Langsung ke konten utama

Candi Plaosan

plaosan temple
Candi Plaosan yang dibangun Rakai Pikatan memiliki beberapa keunikan dibanding candi lain, yaitu dua candi utamanya yang "kembar" serta teras yang permukaannya halus. Di candi ini juga terdapat figur Vajrapani, Amitbha, dan Prajnaparamitha.

Candi Plaosan Adalah Candi Kembar


Jarak antara Candi Plaosan Lor dengan Candi Plaosan Kidul sekitar 20 m dan dibatasi atau dipisahkan oleh tembok pembatas yang mengelilingi masing-masing candi tersebut. Terdapat pahatan gapura yang berfungsi sebagai jalan keluar masuk menuju halaman masing-masing candi tersebut. Candi Plaosan merupakan perpaduan antara kebudayaan Hindu dan Budha yang terlihat dari bentuk dan struktur bangunan candi, candi dengan bangunan yang menjulang tinggi merupakan ciri dari candi peninggalan Hindu, sedangkan dasar candi dengan struktur yang lebar menunjukkan bangunan candi tersebut bercirikan peninggalan kebudayaan Budha.

PROFILE SEJARAH CANDI PLAOSAN

Keberadaan candi Plaosan dalam kerangka sejarah Mataram kuno dapat dilacak melalui prasasti-prasasti pendek yang tertulis pada candi-candi perwara dan stupa yang mengelilingi candi induk dan juga melalui prasasti prasasti yang berlatar belakang agama Budha, maupun prasasti lain yang sejaman. Prasasti-prasasti pendek candi Plaosan Lor meskipun tidak berangka tahun, tetapi secara kronologis dapat diketahui berdasar bentuk dan perkembangan hurufnya (Paleografi) dan nama yang clisebut dalam prasasti itu. Diantara nama yang disebut dalam prasasti-prasasti pendek yang berjumlah lebib dari 30 buah itn, terdapat nama-nama antara lain :
" Sang Watuhumalang pu tguh, sang sirikan pu sutyya, rakai gurunwangi dyah saladu, rakai gurunwangi dyah ranu, dan sri maharaja rakai pikatan yang berdekatan dengan frasa dharma sri maharaja".(Formula kalimat itu kurang lebih dapat diartikan sebagai pemberian/ hadiah dari Sri Maharaja Rakai Pikatan."

Salah satu kekhasan Candi Plaosan adalah permukaan teras yang halus. Krom berpendapat teras candi ini berbeda dengan teras candi lain yang dibangun di masa yang sama. Menurutnya, hal itu terkait dengan fungsi candi kala itu yang diduga untuk menyimpan teks-teks kanonik milik para pendeta Budha. Dugaan lain yang berasal dari para ilmuwan Belanda, jika jumlah pendeta di wilayah itu sedikit maka mungkin teras itu digunakan sebagai sebuah wihara (tempat ibadah umat Budha).

Jika melihat sekeliling candi, anda akan tahu bahwa Candi Plaosan sebenarnya merupakan kompleks candi yang luas. Hal itu dapat dilihat dari adanya pagar keliling sepanjang 460 m dari utara ke selatan serta 290 m dari barat ke timur, juga interior pagar yang terdiri atas parit sepanjang 440 m dari utara ke selatan dan 270 m dari barat ke timur. Parit yang menyusun bagian interior pagar itu bisa dilihat dengan berjalan ke arah timur melewati sisi tengah bangunan bersejarah ini.

Berdasarkan catatan sejarah yang dipajang pengelola tak jauh dari pintu masuk Candi Plaosan Lor, candi ini didirikan oleh Rakai Panangkaran, salah seorang raja dari Dinasti Syailendra, yang juga mendirikan Candi Borobudur dan Candi Sewu.

Candi Plaosan Lor terdiri dari candi induk dan mandapa yang dikelilingi 58 Candi Perwara dan 194 stupa. Pada beberapa perwara dijumpai tulisan-tulisan pendek yang mengindikasikan bahwa bangunan tersebut merupakan sumbangan dari bawahan sang raja.

Selain itu, di kompleks candi seluas 440x270 meter ini, konon digunakan untuk menurunkan air tanah di kompleks candi agar tahta di bawahnya menjadi padat berisi. Berbeda dengan Candi Prambanan, sekeliling candi ini ditumbuhi rerumputan hijau, sehingga dengan leluasa kita bisa duduk diatasnya sembari befoto dengan latar Candi Plaosan.

Untuk anda yang ingin berlibur liburan bersama keluarga atau teman di Candi Plaosan .
Kami Agent Perjalan Wisata ,Bagi Agan & Sista yang berminat menikmati liburan bersama teman,rekan kerja,pasangan,sahabat dan keluarga Bisa Hubungi dan dan datang langsung ke alamat dibawah ini:
Tel: 0274-514310

Fax: 0274-521122

hp: 087839936441

email:Kosudwisata@yahoo.com

Alamat: Bulaksumur A 14 Yogyakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UMROH PT. KOSUDGAMA

Assalamualaikum Wr Wb Salam Hangat dari PT. Kosudgama Yogyakarta,......... Para calon tamu Allah yang berbahagia,semoga Allah memperkenankan kita untuk dapat bertemu dan melaksanakan Ibadah Umrah di 2 Tanah Suci Nya yaitu Kota Mekkah Al Mukaramah dan Madina Al Munawarah. Seperti di sampaikan oleh Nabi Muhammad SAW " Janganlah Kalian Menempuh Perjalanan jauh kecuali menuju ke tiga Masjid : Masjidku ini ( Masjid nabawi ), Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa" ( HR. Bukhari 1115 dan Muslim 1397 ) "Sholat di Masjid Nabawi lebih baik daripada 1000 sholat di tempat lain kecuali di Masjidil Haram. Sholat di Masjidil Haram lebih baik daripada 100.000 sholat di tempat lain." (HR.Ahmad dan Ibnu Majah No.1406 di sahihkan Al Albani dalam sahih Ibnu Majah ) Kami menyediakan layanan Paket Umroh dan Wisata Religi dan Insya Allah kami memberikan pelayanan kepada seluruh calon Tamu Allah dengan Professional dan Amanah. Kesempuran Ibadah Para Calon Tamu Allah menjadi prior...

Keraton Yogyakarta

  Berlokasi di pusat kota Yogyakarta, dekat dengan Jl. Malioboro. Kraton ini menghadap ke utara, di depan halaman Kraton terdapat Alun - Alun Utara dan pada halaman belakang terdapat Alun - Alun Selatan. Desain bangunan ini menunjukkan bahwa Kraton, Tugu dan Gunung Merapi berada dalam satu garis/poros yang dipercaya sebagai hal yang keramat. Di sekeliling Kraton dan di dalamnya terdapat sistem pertahanan yang terdiri dari tembok/dinding yang cukup tinggi. Kompleks Kraton Yogyakarta setiap hari dibuka untuk masyarakat umum mulai dari pukul 09.00 s/d 13.30, kecuali pada hari Jumat sampai dengan pukul 12.00 WIB.

Pantai Glagah

  Di pantai paling terkenal di Kulon Progo ini kita bisa memancing, bersepeda, menaiki cano di laguna, bermotorcross ria, hingga sekedar duduk santai menikmati tetrapod yang berjuang memecah ombak sambil menunggu sunset tiba.